K! EVENT

Workshop Kepelatihan "Bangun Serangan dari Bawah" | Malang, 30-31/12

1/2
Please reload

Recent Posts

September 11, 2019

Please reload

Tajamkan Mata Sepakbolamu!

December 7, 2014

 

 

Dalam tulisan seri pertama, penulis telah membagikan konsep bahwa sepakbola terdiri dari menyerang, bertahan, dan transisi. Dalam setiap momen tersebut terdapat banyak aksi sepakbola. Salah satu tujuan latihan sepakbola adalah untuk mendapatkan AKSI yang LEBIH BAIK.

 

AKSI yang BAIK dalam sepakbola tentunya adalah produk dari KEPUTUSAN yang BAIK dan EKSEKUSI yang BAIK. Pemain senantiasa harus menganalisis situasi dalam permainan, mengambil KEPUTUSAN, baru lakukan EKSEKUSI. Dalam menganalisis situasi permainan, salah satu organ sensorik terpenting adalah MATA. Informasi yang didapatkan MATA akan dikirimkan ke otak untuk diproses, kemudian otak membuat KEPUTUSAN dan memerintahkan otot untuk EKSEKUSI.

 

Dr. Sherylle Calder adalah mantan pemain hoki timnas Afrika Selatan. Pada masa jayanya dulu, ia sering dianggap memiliki mata di punggungnya. “Bagaimana kamu bisa melihatnya?” menjadi pertanyaan popular saat itu. Sadar memiliki kemampuan “melihat” lebih baik, Sherylle memutuskan untuk menelitinya lebih lanjut setelah berhenti bermain.

 

Sherylle lakukan riset mendalam, kemudian mampu membuat teori dan struktur pelatihan untuk “Visual Motor Performance”. Ia mendirikan lembaga pelatihan motoric visual bernama EyeGym. Di lembaga itu, dia bekerja membantu banyak atlet top dunia meraih sukses, seperti tim Rugby Afrika Selatan (juara dunia rugby) dan Ernie Els (juara dunia golf) misalnya.

 

Pentingnya Mata

Dalam beberapa dasawarsa terakhir, ilmu olahraga banyak terfokus pada optimalisasi kerja jantung dan otot. Kerja dua organ tubuh tersebut dianggap sebagai yang terpenting dalam kaitan membuat EKSEKUSI atlet lebih cepat, lebih tahan lama, dan lebih kuat. Dalam konteks olahraga yang melibatkan kontak langsung dengan kawan dan lawan, seperti olahraga tim dan permainan, tentu EKSEKUSI yang hanya mengandalkan kerja jantung dan otot tidak cukup.

 

Sebagai contoh dalam lari sprint 100 m, sprinter tidak perlu ambil KEPUTUSAN. Posisi sprinter ditentukan oleh blok start, timing start oleh pistol, arah oleh lintasan, dan kecepatan pastinya harus 100 persen. Di sepakbola, pemain harus ambil KEPUTUSAN terkait posisi, timing, arah dan kecepatan. Lalu dari mana informasi yang didapatkan pesepakbola untuk mengambil keputusan? Ya, mata!!

 

Kebugaran mata yang diajukan Sherylle bukanlah kesehatan penglihatan (eye sight), seperti uji mata yang sering kita lakukan di toko kacamata. Lebih jauh kebugaran mata terkait visi atlet dalam memandang situasi permainan. Tentu saja, kemampuan mata yang bisa melihat lebih banyak situasi dan lebih cepat akan menolong atlet untuk kemudian mengambil KEPUTUSAN dan EKSEKUSI dalam sepakbola.

 

Dalam risetnya, Sherlle menyatakan bahwa pemain lakukan lebih dari 1 juta gerakan mata ulang-alik (shuttle eye movement) dalam satu pertandingan. Dari jutaan gerakan mata tersebut, hampir 80 persen informasi hasil pandangan tersebut digunakan pesepakbola untuk ambil KEPUTUSAN dan EKSEKUSI. Persoalannya makin tinggi level sepakbola, makin sempit pula ruang dan waktu yang dimiliki pemain. Untuk itu, mata tentunya selain dituntut untuk melihat lebih baik, tetapi juga harus lebih cepat.

 

Lihat Lebih Baik

Hal pertama yang harus dilakukan dalam aplikasi latihan motoric visual ini adalah menganalisis pemain dalam permainan sepakbola. Dalam hasil analisis tersebut akan ditemukan berbagai masalah terkait berbagai KEPUTUSAN dan EKSEKUSI AKSI SEPAKBOLA. Lalu perlu diteliti manakah masalah yang berhubungan dengan kemampuan motoric visual tersebut?

 

Misal dalam banyak situasi, seorang gelandang gagal MELIHAT adanya peluang untuk passing ke depan, sehingga selalu passing ke samping atau belakang. Pertanyaannya kenapa gelandang tersebut tidak melihatnya? Ada beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama adalah pemain tidak memiliki referensi wawasan dalam MELIHAT. Gelandang tidak melihat karena tak punya wawasan soal prioritas passing. Artinya ia butuh peningkatan wawasan taktik untuk bisa MELIHAT dengan LEBIH BAIK.

 

Kemungkinan kedua, pemain mengerti konsep prioritas passing. Ia juga mampu melihat pada saat pelatih menyetop permainan. Tetapi saat permainan berjalan dengan pressure tinggi lawan, gelandang tak punya banyak ruang. Minimnya ruang, membuat ia tidak punya banyak waktu. Sehingga ia tidak mampu melihat posisi teman penerima passing di depan dalam waktu singkat. Artinya ia butuh peningkatan untuk bisa MELIHAT LEBIH CEPAT.

 

Bagaimana melatihnya? Menarik, karena Sheyrlle menempatkan MATA selayaknya jantung dan otot. Prinsip latihan OVERLOAD yaitu memberi beban berlebih secara sistematis harus diberikan pada mata. Ia juga menekankan pentingnya membuat periodisasi latihan agar kebugaran MATA selalu fit dalam pertandingan. Intinya pelatih harus “memaksa” pemain untuk membiasakan diri banyak melihat dan melihat lebih cepat.

 

Mata Sepakbola

Seperti yang penulis telah sampaikan di tulisan seri pertama, sports science akan membantu performa sepakbola selama ditempatkan dalam referensi sepakbola. Hal ini berlaku juga untuk latihan motoric visual. Analisis sepakbola yang tertulis pada alinea di atas adalah suatu keharusan untuk menempatkan latihan motoric visual ini pada konteks sepakbola.

 

Dari analisis sepakbola, menurut hemat penulis, pelatih sepakbola perlu memutuskan kadar masalah yang dihadapi pemain. Pada kadar tertentu, pelatih harus mengerti bahwa persoalan kemampuan MATA dalam bersepakbola, harus diselesaikan dengan solusi sepakbola juga. Artinya latihan motoric visual ini harus diberikan dalam bentuk latihan sepakbola. OVERLOAD dibuat dengan misal latihan sepakbola dalam ruang sempit untuk melatih agar MATA melihat LEBIH CEPAT. Atau latihan sepakbola durasi panjang untuk melatih MATA agar melihat LEBIH LAMA.

 

Baru pada kadar masalah yang lebih mendalam, pemain perlu melakukan latihan basic motoric visual. Yakni latihan non-sepakbola yang spesifik untuk melatih agar MATA terbiasa cepat dan tepat melihat situasi. Dalam hal ini, berbagai latihan yang diciptakan Sheyrlle sangatlah berguna. Diantaranya latihan gunakan komputer untuk mengidentifikasi pantulan bola berwarna berbeda, di tengah-tengah gerakan banyak bola dengan warna lain.

 

“Tanganmu takkan dapat meninju apa yang MATA-mu tidak lihat” – Muhammad Ali

 

@ganeshaputera

Tulisan asli dimuat di www.goal.com

 

 

Please reload