KickOff! Indonesia (c) 2014

Pamulang Permai Y-19, Jl. Witanaharja Raya | T/F: 62-21-7440126 | info@kickoffindonesia.com

  • Facebook - Black Circle
  • Twitter - Black Circle
  • Instagram - Black Circle
  • YouTube - Black Circle
K! EVENT

Workshop Kepelatihan "Bangun Serangan dari Bawah" | Malang, 30-31/12

1/2
Please reload

Recent Posts

September 11, 2019

Please reload

Berkenalan dengan Analisa Taktik Sepakbola

September 29, 2015

 

Analisa taktis telah berakselerasi begitu cepatnya dalam 2-3 tahun terakhir. Dari sebuah kegiatan confidential yang dilakukan oleh sebagian orang dari departemen tertentu dalam sebuah tim, menjadi sesuatu yang generik, yang mudah ditemui dalam berbagai tulisan maupun diskusi santai. Di luar negeri (Eropa dan Amerika latin terutama), analisis taktis tela menjadi pemandangan umum dalam komunitas sepak bola di sana. Bagaimana di Indonesia?

               

Ketika membicarakan analisis taktis sepak bola, terdapat dua hal umum yang sering kali dipertanyakan. Pertama, bagaimana melakukan analisis taktis. Pertanyaan ini diajukan karena (kebanyakan) si penanya tidak tahu harus memulai dari mana dan apa yang sebaiknya diamati. Pertanyaan kedua (juga bisa berarti pernyataan) yang sering diajukan adalah apakah sebuah tulisan (analisis) bisa disebut sebagai analisis. Apakah sebuah tulisan cukup memenuhi persyaratan untuk disebut analisis taktis. Pertanyaan (pernyataan) ini timbul setelah membaca sebuah tulisan analisis taktis yang dirasa oleh si pembaca memiliki kekurangan spesifik di beberapa bagian tulisan.

 

Apa itu strategi dan taktik?

Sebelum berbicara jauh soal analisis (taktis), ada baiknya memahami apa itu taktik serta apa itu strategi. Menurut situs kbbi.web.id, strategi bisa berarti

1) Ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dl perang, dl kondisi yg menguntungkan

2) Rencana yg cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus

3) Tempat yg baik menurut siasat perang


Taktik sendiri, oleh kbbi.web.id, bisa diartikan sebagai

Rencana atau tindakan yg bersistem untuk mencapai tujuan; pelaksanaan strategi; siasat

 

Dari pemaparan di atas bisa didapatkan kesimpulan sederhana bahwa strategi merupakan pendekatan umum dalam kaitannya mencapai tujuan tertentu, sementara taktik merupakan cara spesifik yang dipilih demi keberhasilan strategi. Penentuan strategi sendiri dilakukan berdasarkan analisis pemecahan masalah.

 

Misalnya seorang desainer interior diminta untuk mendesain ulang sebuah toko pakaian dalam sepak bola. Setelah dilakukan studi lapangan, seperti melakukan interview dengan karyawan serta pemilik dan melihat secara langsung perilaku pengunjung toko, sang desainer mengidentifikasi permasalahan ada pada sirkulasi. Identifikasi ini berdasarkan zoning serta grouping barang jualyang tidak terencana (sehingga tidak diterapkan dengan tepat), space antar display yang terlalu kecil (mengganggu ergonomi pengguna ruang), dan lighting yang tidak memadai.

 

Dari identifikasi permasalahan, desainer menetapkan perbaikan sirkulasisebagai strategi. Taktik yang digunakan demi keberhasilan perbaikan sirkulasi adalah :

 

1) Merekayasa ulang grouping dan zoning barang jual. Contoh, pengelompokan pakaian dalam berwarna merah berbasis sebuah klub Jerman terkaya dan terdepan dengan harga mahal diletakan di bagian tengah agak ke dalam. Sementara pakaian dalam produksi bermerk Branden Redgors yang paling murah dan berwarna terang-benderang diletakan di area depan.
 

2) Mendesain ulang display dengan ukuran yang mengacu pada golden ratio dan ergonomi ruang gerak manusia. Ini ditujukan agar pemanfaatan ruang menjadi maksimal dan pengguna ruang tidak merasa sesak.
 

3) Menata ulang lighting yang ditujukan untuk merekayasa alur sirkulasi, mengekspos area-area tertentu yang merupakan zona produk unggulan, serta menciptakan suasana yang lebih hangat demi kenyamanan semua pengguna ruang.

 

Cara berpikir yang identik bisa dijumpai dalam sepak bola. Katakan seorang manajer memerlukan data calon lawan. Untuk itu, ia meminta opposition-analyst (kalau ada)untuk mengumpulkan semua data yang diperlukan, untuk kemudian, dari data yang masukmanajer bisa menentukan apa saja strategi yang akan digunakan. Misalnya karena manajer melihat (berdasarkan masukan opposition-analyst) lawan sangat rentan di lini tengah, ia memerintahkan anak asuhnya untuk berfokus menyerang melalui zona 8, 11, dan 14, yang kebetulan kesemuanya merupakan zona yang terletak di tengah. Dengan detail taktik :
 

1) Melakukan pressing intensitas tinggi di zona-zona tersebut saat tim sedang off-possession dengan cara menginstruksikan dua pemain sebagai presser utama terhadap pemegang bola dan 2-3 pemain lain sebagai pressing-cover yang bertugas menutup semua jalur umpan yang ada.
 

2) Setiap kali berhasil merebut bola, fokus serangan berfokus ke poros tengah dengan cara 4 pemain menciptakan formasi berlian untuk mendukung progresi bola yang “bersih”. Didukung oleh masing-masing 1 pemain di sisi sayap (di luar formasi berlian) yang bergerak maju secepatnya untuk memecah kompaksi horisontal lawan sehingga diharapkan “menciptakan” ruang yang lebih besar di area tengah lawan.
 

3) Penyerang diminta ikut dalam fase build-up dan berperan sebagai pemain terdepan dari formasi berlian tadi. Sementara satu gelandang berperan sebagai deep midfielder dan 2 pemain lainnya berada pada masing-masing sisi kiri-kanan formais berlian.

 

Strategi dan taktik merupakan dua hal yang akan selalu ada dalam setiap elemen klub sepak bola. Mulai dari manajemen, departemen khusus, staf kepelatihan, sampai pertandingan itu sendiri. Lantas, kalau keduanya selalu hadir dan berinteraksi satu dengan yang lain, kenapa muncul istilah analisis taktis? Kenapa bukan analisis strategis? Apa jawaban pasti dari pertanyaan ini, belum diketahui (kecuali anda punya jawaban sendiri). Salah satu kemungkinan yang masuk akal sebagai jawaban pertanyaan ini adalah karena yang dianalisa adalah taktik, yaitu detail-detail yang membangun strategi.

 

Saat seorang analyst memahami bahwa Ange Postecoglu (Australia), Thomas Tuchel (Borussia Dortmund), dan Josep Guardiola (FC Bayern) sama-sama memainkan gegenpressing, yang harus mereka temukan dan pahami adalah kenapa ketiga manajer tersebut memainkan gegenpressing dan bagaimana struktur masing-masing gegenpressing serta apa saja peran setiap pemain di dalam struktur. Sang analyst dituntut untuk mengidentifikasi sistem dan organ-organ yang bekerja di dalamnya. Yang dari organ-organ pembangun inilah sepak bola menyebutnya sebagai “taktik”.

 

Pemahaman Awal

Pertanyaan tentang bagaimana melakukan analisis taktik sering kali diikuti dengan pernyataan bahwa yang paling sulit adalah “melihat” detail taktik. Yang paling sulit adalah berasumsi dan mengambil kesimpulan bagaimana, secara teknis, kedua tim memainkan sepak bola mereka. Yang jadi poin di sini, adalah sudah tepatkan pernyataan ikutan tersebut?

 

Dalam bertanya dan mencari pemahaman, sering kali manusia tidak menyadari ada bagian yang hilang saat dirinya berproses untuk mendapatkan pemahaman. Semua orang pernah mengalaminya. Semua orang. Saya, mereka, anda, Guardiola, Jose Mourinho, atau Albert Einstein.

 

Maksudnya begini. Analisis taktik pada dasarnya merupakan kebutuhan bagi seorang juru taktik sepak bola dalam menentukan strategi dan taktik agar timnya mampu menghancurkan calon lawannya. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut, ia didukung oleh seorang opposition-analyst yangbertugas mengumpulkan data-data lawan untuk kemudian menyerahkannya kepada juru taktik. Dengan memakai acuan ini, sebuah analisis taktis adalah pekerjaan melakukan analisis demi kepentingan pihak kedua (bila sang analyst dianggap sebagai pihak pertama, maka manajer merupakan pihak kedua).

 

Logika berpikir paling dasar ini yang bisa kita tenpuh sebelum melangkah ke kegiatan melakukan analisis itu sendiri. Kita pahami bahwa analisis merupakan sebuah usaha dalam menemukan detail taktis lawan yang sekaligus akan digunakan oleh juru taktik sebagai bagian dari penentuan strategi dan taktik. Karena itu saat anda menyaksikan pertandingan, menganalisa, lalu menuliskannya, anda perlu mengidentifikasi apa yang anda akan amati dan tuliskan. Apakah sebatas sistem pertahanan tentang bagaimana tim lawan menerapkan zonal marking atau sebatas bagaimana baiknya struktur sebuah tim saat mereka bertransisi bertahan.

 

Dengan memahami makna dasar (tujuan utama dan pentingnya) analisis taktis, anda memiliki kerangka dan acuan sebelum melangkah ke bagian selanjutnya. Yaitu melakukan analisis.

 

Hal-hal yang bisa membantu dalam melakukan analisis:

 

Mengetahui dan memahami teori terkait.

Dalam praktik disiplin ilmu apa pun, pengetahuan dan pemahaman mendalam akan teori dasar terkait bisa sangat membantu seseorang “membaca” lebih cepat ketimbang mereka yang tidak. Contoh, dengan memahami ciri-ciri yang membedakan zonal marking man-oriented (zonal marking orientasi penjagaan individu) dengan man to man marking, anda bisa lebih cepat berkata, “ah, ini dia zonal-marking man-oriented bukan man to man marking, gan”. Pemahaman sejenis ini akan sangat membantu walau pun sebenarnya bukan berarti mereka yang memiliki pengetahuan terkait selalu lebih baik dibandingkan mereka yang tidak.

 

Poin yang ingin disampaikan di sini adalah ada baiknya anda memahami berbagai istilah teknis sepak bola untuk membantu anda dalam menganalisis. Beberapa istilah teknis di antaranya contoh area gawang, build-up, byline, touchline, triangle offense, triangle defense, dan lain-lain. Pentingnya memahami (walau pun, sekali lagi, bukan yang paling penting) selain membantu anda “membaca” lebih cepat juga membantu anda dalam menyampaikan hasil analisis. Ini akan dibahas di bagian lain tulisan.

 

Dukungan statistik.
Faktor ini juga diperlukan sebagai keperluan membandingkan apa yang anda baca dengan apa yang diinterpretasikan oleh statistik. Anda melihat Matthias Ginter merupakan pemain Dortmund banyak melakukan kesalahan umpan dalam proses build-up fase pertama. Untuk memastikan pre-asumsi tersebut, anda bisa bandingkan dengan statistik passing completion-nya ketika ia terlibat dalam fase pertama build-up. Dengan perbandingan yang kontekstual anda bisa meyakinkan diri anda sendiri (terlebih dahulu) bahwa pre-asumsi anda adalah valid. Kajian dengan logika berpikir yang sama bisa anda lakukan ketika mengkaji aksi individual lainnya.

 

Yang perlu diperhatikan adalah anda harus menggunakan statistik sesuai konteksnya. Bila anda lakukan analisa statistik terhadap passing-completion Ginter dalam build-up fase pertama, tetapi data yang anda ambil adalah passing-map Ginter ketika Dortmund berada dalam fase ketiga (penciptaan peluang), sejatinya basis data yang anda gunakan tidak valid. Karena, sangat mungkin, struktur pressing lawan dan struktur posisi menyerang Dortmund sangat berbeda saat itu. Yang menyebabkan banyak variabel kajian yang berbeda yang harus anda pertimbangkan.

 

Banyak menonton pertandingan dan memahami cara bermain
Di era sekarang, saat media sosial sudah begitu powerful, kita sebagai pemakainya sudah sangat terbantukan dengan banyaknya situs pengumpul full-match video pertandingan. Contoh, anda bisa men-download seluruh pertandingan Atletico Madrid dalam satu musim penuh dari live football video untuk kemudian anda simak, catat, dan pahami skema dan ciri-ciri khusus permainan mereka. Dengan menonton (dan memahami) skema bermain Juventus, misalnya, dalam 5 pertandingan sebelumnya, hal tersebut akan sangat membantu ketika anda menganalisis pertandingan keenam mereka. Anda akan temui beberapa hal yang sama dan beberapa hal yang ternyata tidak mereka terapkan sebelumya.

 

Banyak membaca.
Selain sudah begitu banyak situs sepak bola yang menyediakan downloadable file, melalui internet, anda juga bisa temukan banyak situs yang memuat analisis (yang bersifat teknis). Indonesiamemiliki fandom.id dengan beberapa tulisan yang bersifat teknis di “Archieve” taktik, lalu ada dribble9, dan kickoff Indonesia. Hal serupa juga bisa anda temukan dii luar negeri, bahkan lebih banyak lagi. Tetapi untuk yang betul-betul bersifat teknis, anda bisa kunjungi spielverlagerung.com, 13stepsco, world class coaching, atau stat bomb, sebagai alternatif.

 

Banyak berdiskusi.
Ini cara yang paling simpel. Manusia menyukai cara ini dikarenakan pikiran dan hati anda akan dengan senang hati berfokus ketika anda mencari pemahaman melalui cara ini. Melalui diskusi (dengan orang yang anda percayai) anda bisa belajar langsung. Anda bisa mengambil kesimpulan langsung tentang bagaimana logika berpikir sang penulis saat ia memulai dan menuliskan hasil analisisnya. Diskusi bisa anda lakukan dengan praktisi, seperti coach, blogger, professional-analyst, dll.

 

 

Perlu Akurasi

Dalam sepak bola profesional, analisis taktis (terhadap lawan) tidak lain tidak merupakan sebuah laporan teknis yang digunakan sebagai salah satu dasar persiapan menghadapi lawan/event terkait. Bisa jadi, seperti yang disebutkan di atas, terdapat dua pihak atau (bahkan) lebih yang terlibat dan memiliki kepentingan terhadap laporan teknis ini. Karena itu, apa yang anda tulis sudah seharusnya mudah dipahami oleh mereka yang berkepentingan (pembaca).

 

Mengenali taktik, menemukan kekuatan dan kelemahan berdasarkan identifikasi ciri-ciri spesifik bukan perkara mudah, tetapi sangat mungkin dilakukan oleh semua orang. Menuangkan apa yang anda temukan ke dalam sebuah tulisan merupakan hal yang tidak kalah sulitnya, bahkan dalam level tertentu lebih sulit dari pada proses menganalisis itu sendiri. Saat anda menyerahkan analisis anda pada manajer tim, isu utama yang ditemui oleh sang manajer bisa jadi adalah ketepatan atau kelengkapan analisis. Kesalahan menginterpretasi taktik lawan merupakan bencana. Mendapatkan informasi yang terlalu sedikit pun tidak kalah buruknya.

 

Di sisi lain, kurangnya pemahaman istilah teknis dari pembaca analisis malah bisa menjadi biang masalah sulitnya ia memahami isi laporan. Tapi ini sudah lain cerita. Tidak terlalu banyak yang bisa anda perbuat, sebagai analyst, dalam kondisi yang diciptakan oleh faktor eksternal. Yang anda bisa lakukan dengan semaksimal mungkin adalah menuliskan apa yang anda lihat sebenar-benarnya dengan cara penyampaian yang mudah dipahami. Ini sulit. Bahkan bagi seorang profesional sekali pun atau bagi seseorang yang sudah sangat lihai dalam mengolah kata dan memberikan edukasi, kesulitan-kesulitan serupa sangat mungkin masih akan ditemui. Ini merupakan sebuah proses yang tidak pernah berhenti dan bersifat dinamis, terutama sekali bila analisis dapat diakses oleh lebih banyak pembaca.

 

Salah satu alternatif (dari beberapa) untuk membantu penyampaian analisis adalah penggunaan istilah teknis yang tepat. Penggunaan istilah teknis bisa mempersingkat penggunaan kalimat. Contoh anda ingin mengatakan “area yang berada di depan lini belakang dan berada di antara lini tengah dan lini belakang”. Untuk mempersingkatnya, anda bisa gunakan intermediate-defense. Untuk membantu pembaca yang belum familiar dengan istilah intermediate-defense anda bisa cantumkan definisi intermediate-defense pada bagian tertentu.

 

Pendekatan Berpikir

Melakukan analisis sebagai usaha dalam mendapatkan informasi yang cukup menjadi salah satu hal yang menarik untuk diperhatikan. Bila seorang analyst profesional tidak mampu mendapatkan informasi yang cukup seperti yang dibutuhkan oleh manajer, permasalahannya ada pada kapabilitas si analyst. Bila kekurangan seperti yang dimaksudkan teridentifikasi dalam rilisan-rilisan analisis taktis oleh para non-profesional (seperti pengamat sepak bola stasiun televisi atau penulis di situs sepak bola), bisa jadi akar permasalahan adalah pada pendekatan berpikir yang dilakukannya.

 

Kecenderungan manusia untuk menyimpan dan me-restore informasi sesuai kekuatan daya ingatnya, menyebabkan manusia cenderung mengambil kesimpulan berdasarkan apa yang ia simpan dan ia ingat (saja). Saat pria A berada di ruang jurnalis dalam sebuah event Piala Dunia misalnya, lalu ia melihat pria B berkalungkan tanda pengenal jurnalis, pria A sangat mungkin berkesimpulan pria B pasti jurnalis. Ini merupakan salah satu contoh pendekatan berpikir paling sederhana.Singkatnya, apa pun pendekatan yang diambil, sudah jelas hal tersebut mempengaruhi isi tulisan.

 

Objek yang dianalisis

Membahas objek yang harus diamati saat melakukan analisis akan menjadi sebuah diskusi yang tidak memiliki titik akhir. Untuk itu, di bawah diberikan daftar beberapa tulisan yang bisa anda gunakan sebagai refrensi :

- Gunakanlah kaca mata sepak bolamu
(http://www.kickoffindonesia.com/#!Gunakanlah-Kacamata-Sepakbolamu/c1vji/55f7c9f90cf2db6dcfb60116)

- Overloading (http://fandom.id/analisis/taktik/2015/05/apa-itu-overload/)

- Arsenal 0-0 Liverpool
(https://arsenalskitchen.wordpress.com/2015/08/27/arsenal-0-v-0-liverpool-berbagi-babak/)

- Menonton sepak bola dari kaca mata taktik

(http://www.kickoffindonesia.com/#!Menonton-Sepakbola-dari-Kacamata-Taktik/c1vji/554076a10cf23d01645e200c)

- Half-space

(http://fandom.id/analisis/taktik/2015/09/half-space-sebagai-ruang-strategis-dalam-sepak-bola-bagian-5/)

 

Perbandingan

Bila ada dua analisis yang dilakukan dua orang berbeda (dari dua situs sepak bola yang berbeda misalnya), terkadang, oleh sebagian pembaca, satu dari dua analisis tersebut dianggap “bukan analisis”. Di satu sisi penilaian seperti ini subjektif, tetapi tetap bisa dipahami bila memiliki dilihat dari konteks yang sama.

 

Berikut dua contoh perbandingan kalimat dari dua penulis berbeda.

 

Penulis pertama :

Untuk menjaga central presence, Thomas Muller –dan terkadang Robert Lewandowski– bergerak turun hingga ke area sentral meninggalkan lini belakang Leverkusen yang diisi oleh Roberto Hilbert, Jonathan Tah, Kyriakos Papadopoulos dan Wendell. Central presence ini sangat penting untuk menjaga agar sirkulasi bola di salah satu sisi lapangan tetap terhubung dengan sisi lainnya –di mana Costa atau Robben berada dalam situasi 1vs1 melawan fullback Leverkusen.

- Qo’id Naufal, Bayern 3-0 Bayer Leverkusen, fandom.id, 3 September 2015. -

 

Sebagai perbandingan, anda bisa lihat kalimat kedua di bawah, yang merupakan kalimat rekaan demi kepentingan ilustratif, ketika penulis lain menganalisis pertandingan yang sama dari situasi dan menit yang sama.

 

Penulis kedua :

Bayern memiliki kekuatan yang sangat hebat di tengah. Mereka sangat jarang kehilangan bola akibat lihainya para pemain menguasai bola. Pemain-pemain tengah Bayern juga memiliki kelincahan dan mobilitas yang hebat, buktinya pemain-pemain yang jauh dari bola mampu terus untuk mendapatkan pasokan bola akibat pemain-pemain tengah yang selau berada di mana pun bola berada. Sementara pemain-pemain belakang Leverkusen sendiri banyak nganggurnya. Belum lagi bek sayap Leverkusen tampak sangat berbeda kelas dengan winger Bayern, karena dalam hampir setiap duel satu lawan satu bek sayap Leverkusen kalah langkah dan menjadi penyebab utama Bayern mampu memenangkan pertandingan.

 

Sebagian pembaca mungkin mengatakan kalimat kedua bukan analisis. Karena kalimat yang digunakan, bias. Pertanyaannya, benarkan kalimat dari penulis kedua tidak bisa dianggap analisis?

 

Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena apa yang dituliskan oleh penulis kedua pun pada dasarnya berdasarkan apa yang ia simak. Apa yang ia tulis merupakan hasil analisisnya. Tetapi di sisi lain, bila mengacu ke makna analisis berdasarkan kbbi.web.id, tulisan dari penulis kedua tidak sepenuhnya tergolong sebagai analisis. Menurut kbbi.web.id, analisis berarti :

 

1) Penyelidikan thd suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb).

2) Penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti keseluruhan.

3) Penyelidikan kimia dng menguraikan sesuatu untuk mengetahui zat bagiannya.

4) Penjabaran sesudah dikaji sebaik-baiknya

5) Pemecahan persoalan yg dimulai dng dugaan akan kebenarannya

 

Perhatikan bagian-bagian kalimat yang digaris bawahi dan cetak tebal dari poin 2). Bila mengacu pada kalimat dari penulis pertama, kata-kata yang digaris bawahi dan cetak tebal bisa berarti mengkaji dan mengetahui bagaimana skema Bayern dalam mengokupansi lini tengah (area 8 atau area 10) sebagai bagian dari menjaga kelancaran sirkualsi bola dari satu sisi ke sisi lain. Hal ini menyebabkan pemain-pemain di sayap jauh tetap memiliki “kedekatan” dengan pemain di sisi seberangnya, dikarenakan jembatan yang dibangun oleh oleh Bayern di area no. 8 atau no. 10. Kandungan detail taktis semacam ini yang tidak ditemui dalam kalimat kedua. Kalimat kedua hanya menyebutkan Bayern memiliki pemain dengan kemampuan mengalirkan bola dari satu sisi ke sisi lain tanpa mengidentifikasi sebab-musababnya.

 

Identifikasi terhadap sebab-musabab, disertai analisis kekuatan dan kelemahan, serta alternatif lain yang mungkin dilakukan dalam menjalankan strategi terkait merupakan bagian dari kerja opposition-analyst. Detail berbahasa sepak bola merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh sebuah laporan analisa taktis.

 

Lantas, bagaimana dengan kalimat kedua (dari laporan kedua)? Dalam ranah analisa taktis bersifat bukan-demi-memberikan-pemahaman-teknis, hal ini sah-sah saja. Analisa taktis yang dirilis oleh sebuah tulisan sepak bola merupakan buah dari penjabaran konsep si penulis itu sendiri. Ketika anda mengkonsepkan situs/tulisan anda sebagai situs/tulisan “teknis”, anda perlu menspesifikasi apa saja topik yang akan anda bahas dan memperhatikan penggunaan bahasa dalam tulisan. Anda harus selalu mengacu pada bahasa (teknis) sepak bola dengan konsekuensi tidak semua pembaca memahami sepenuhnya apa yang sanda sampaikan. Tetapi ketika anda mengkonsepkan diri sebagai situs/tulisan “non teknis”, apa yang anda sampaikan, termasuk penggunaan bahasa, bersifat lebih fleksibel. Karena sifatnya bukan untuk pemahaman teknis tetapi lebih pada kebutuhan rekreasi.

 

Pengunaan bahasa dari penulis pertama merupakan contoh sederhana dari ciri laporan analisa taktis yang ditujukan demi kepentingan pemahaman teknis sepak bola (yang juga merupakan ciri laporan analisa taktis sepak bola dunia profesional). Penggunaan bahasa dari penulis kedua merupakan ciri analisa yang dituangkan dalam tulisan yang bersifat lebih komersil sebagai bagian dari usaha penyediaan bacaan sepak bola. Keduanya sah, bergantung pada konteks mana yang dipilih.

 

Rahasia Tim

Analisis dalam sepak bola merupakan sebuah aktivitas yang kompleks. Sesuatu yang sangat menarik yang selalu berkembang seiring evolusi taktik yang makin cepat berakselerasi. Menjadi penonton yang memberikan dukungan tak bersyarat yang selalu mampu menjaga api semangat bagi sebuah tim untuk selalu berjuang, merupakan nikmat yang didapatkan dengan menjadi pendukung fanatik.

 

Menjadi penonton taktik, memiliki nikmat tersendiri. Ia dapat membantu anda melihat sisi “rahasia” dari sebuah tim. Ia bisa membantu anda memberikan kritik konstruktif yang bersifat teknis terhadap sebuah tim. Sebuah usaha untuk berdiri di sisi objektif yang pada akhirnya bermuara pada harapan yang sama. Sebuah harapan tentang membaiknya kualitas sepak bola yang anda, saya, dan kita semua nikmati. 

 

@ryantank100

Blogger penggemar analisa taktik sepakbola, menulis di berbagai situs sepakbola.

Please reload