KickOff! Indonesia (c) 2014

Pamulang Permai Y-19, Jl. Witanaharja Raya | T/F: 62-21-7440126 | info@kickoffindonesia.com

  • Facebook - Black Circle
  • Twitter - Black Circle
  • Instagram - Black Circle
  • YouTube - Black Circle
K! EVENT

Workshop Kepelatihan "Bangun Serangan dari Bawah" | Malang, 30-31/12

1/2
Please reload

Recent Posts

September 11, 2019

Please reload

Kenalkan, Struktur Logis Sepakbola! (Bagian-2)

October 24, 2016

 

 

Bahasa sepakbola berbasis aksi sepakbola membuat perumusan masalah sepakbola dalam suatu latihan dan pertandingan lebih jelas. Kini langkah selanjutnya adalah menempatkan ragam terminologi aksi sepakbola ini pada struktur sepakbola yang logis. Struktur permainan yang logis ini penting untuk diketahui agar tercipta suatu referensi dan definisi sepakbola yang objektif dan universal.

 

Pengertian struktur sepakbola objektif dan universal ini adalah dapat berlaku di segala level dan di segala tempat. Struktur yang sama siapapun yang memainkan sepakbola. Entah di yunior atau senior. Juga, struktur yang sama dimanapun sepakbola dimainkan. Baik di Liga Spanyol, Liga Jerman, Liga Indonesia dan di belahan dunia manapun.

 

 

Definisi Sepakbola

Dalam buku Football Theory, Jan Tamboer jelaskan untuk menyusun struktur sepakbola yang logis, ada pertanyaan utama yang harus dijawab. Yakni, Apa itu Sepakbola? Sederhana, sepakbola adalah permainan untuk mencari kemenangan. Dimana kemenangan ditentukan dengan cara mencetak gol lebih banyak daripada kebobolan.

 

Pengertian tujuan permainan sepakbola untuk mencari kemenangan jangan dicampur adukkan dengan pameo sepakbola usia muda yang tidak mementingkan kemenangan. Betul, pertandingan sepakbola usia muda tidak mementingkan kemenangan, melainkan proses belajar. Meski demikian, secara filosofis hakekat permainan sepakbola adalah untuk mencari kemenangan.

 

Ini berlaku bagi Barcelona atau Munchen maupun tim SSB U8 Anda. Sebab saat permainan, seluruh pemain akan menyerang ke arah gawang lawan, bukan gawang sendiri. Tidak mungkin pemain U8 sekalipun akan melakukan tendangan ke arah gawang sendiri. Artinya semua pemain memang bermain untuk mencari kemenangan. Ya, tujuan pertandingan sepakbola usia muda adalah belajar, tetapi tujuan permainan tetaplah mencari kemenangan.

 

Kini, tujuan permainan sepakbola (what?) telah terdefinisi secara kongkret. Yakni mencari kemenangan dengan cara cetak gol lebih banyak daripada kebobolan. Langkah selanjutnya adalah mendeskripsikan cara untuk mencapai tujuan permainan tersebut (how?). Ya bagaimana caranya bisa mencetak gol dan mencegah lawan cetak gol?

 

 

Momen Sepakbola

Pertama, bagaimana cara mencetak gol? Sesuai peraturan permainan FIFA, gol hanya bisa tercipta bila tim berhasil memasukkan bola ke gawang lawan. Artinya tim harus menguasai bola untuk bisa mencetak gol. Tanpa bola, omong kosong tim bisa mencetak gol. Inilah momen pertama di dalam sepakbola yang sering disebut dengan MENYERANG.

 

Kedua, bagaimana cara mencegah lawan mencetak gol? Satu-satunya cara adalah memaksa lawan tidak mampu memasukkan bola ke gawang kita. Artinya tim harusberusaha merebut bola agar lawan tidak dapat mencetak gol. Sama juga, tanpa bola lawan takkan bisa mencetak gol. Inilah momen kedua di dalam sepakbola yang sering disebut dengan BERTAHAN.

 

Sepanjang permainan berlangsung, akan selalu terjadi perpindahan momen dari MENYERANG ke BERTAHAN atau BERTAHAN ke MENYERANG. Perpindahan momen ini ditandai dengan TRANSISI. Dimana penanda di dalam permainan adalah merebut bola (transisi positif) atau kehilangan bola (transisi negative). TRANSISI ibarat bel sekolah berbunyi sebagai penanda perpindahan momen dari satu pelajaran ke pelajaran lainnya.

 

Momen MENYERANG bertujuan untuk mencetak gol. Untuk itu momen MENYERANG dibagi lagi ke dalam dua fase:

 

(1) BANGUN SERANGAN

Fase ini seringkali disebut build up. Pengertian build up acapkali disalahartikan sebagai playing style atau taktik. Yaitu sebuah taktik bangun serangan dari bawah secara konstruktif lini ke lini. Sebaliknya tim yang memainkan tendangan jauh ke depan dari kiper dianggap BUKAN melakukan build up.

 

Padahal BANGUN SERANGAN (build up) merupakan fase yang PASTI terjadi pada momen MENYERANG. Apapun taktiknya, tim pasti akan melakukan build up. Ada build up yang dilakukan secara konstruktif dari lini ke lini. Ada juga build up yang dilakukan secara direct. Itu merupakan pilihan subjektif tentang cara melakukan build up. Pastinya, tim harus BANGUN SERANGAN (build up) jika ingin mencetak gol.

 

Tujuan dari BANGUN SERANGAN adalah untuk memprogresi bola ke depan dan menciptakan peluang mencetak gol. Untuk itu indicator kesuksesan BANGUN SERANGAN dideskripsikan dalam tiga kategori:

  1. Bangunan serangan berujung pada penciptaan peluang = SUKSES.

  2. Bangunan serangan berujung hanya pada penguasaan bola = NETRAL.

  3. Bangunan serangan berujung pada kehilangan bola = GAGAL.

 

(2) SELESAIKAN SERANGAN

Fase ini popular dengan istilah goalscoring. Setelah tim SUKSES dalam BANGUN SERANGAN, langkah selanjutnya tentu saja SELESAIKAN SERANGAN. Jika build up bertujuan untuk menciptakan peluang, maka goalscoring punya tujuan untuk mengkonversi peluang menjadi gol. Indikator penilaian fase SELESAIKAN SERANGAN juga dibagi menjadi tiga kategori:

  1. Penyelesaian serangan berujung pada gol = SUKSES.

  2. Penyelesaian serangan berujung pada penguasaan bola kembali = NETRAL.

  3. Penyelesaian serangan berujung pada kehilangan bola = GAGAL.

Momen berikutnya adalah BERTAHAN. Adapun tujuan dari momen BERTAHAN adalah mencegah lawan mencetak gol. Mengingat sepakbola itu selalu respirok, maka momen BERTAHAN juga dibagi ke dalam dua fase.

 

 

(1) GANGGU LAWAN BANGUN SERANGAN

Pada fase ini, tim meladeni lawan yang sedang MEMBANGUN SERANGAN. Tujuan dari gangguan ini tentu saja adalah untuk mencegah lawan lakukan progresi dan penciptaan peluang. Untuk itu indicator penilaian fase GANGGU LAWAN BANGUN SERANGAN dibagi menjadi tiga kategori:

  1. Gangguan pada lawan bangun serangan berujung pada rebut bola = SUKSES.

  2. Gangguan pada lawan bangun serangan berujung lawan hanya kuasai bola = NETRAL.

  3. Gangguan pada lawan bangun serangan berujung lawan dapat progresi dan ciptakan peluang = GAGAL.

 

(2) CEGAH LAWAN SELESAIKAN SERANGAN

Pada fase ini, tim telah gagal mengganggu lawan bangun serangan. Sehingga tim harus mencegah lawan selesaikan serangan. Dalam hal ini tujuan fase ini adalah menetralisir peluang lawan. Misal dengan block, tackle atau tangkap, tip (kiper). Indicator penilaian fase CEGAH LAWAN SELESAIKAN SERANGAN dibagi juga menjadi tiga kategori:

  1. Cegah lawan selesaikan serangan berujung pada rebut bola = SUKSES.

  2. Cegah lawan selesaikan serangan berujung pada lawan kembali kuasai bola = NETRAL.

  3. Cegah lawan selesaikan serangan berujung pada lawan cetak gol = GAGAL.

 

 

Alur dalam Permainan

Penjelasan tentang struktur permainan sepakbola di atas menunjukkan kesederhanaan sepakbola. Tidak ada cara menjelaskan struktur sepakbola yang lebih sederhana dan terstruktur selain penjelasan di atas. Ya sepakbola cuma terdiri dari MENYERANG-BERTAHAN-TRANSISI.

 

Bagan di atas membuatnya menjadi lebih sederhana.  Proses menyerang (membangun-selesaikan) dan bertahan (ganggu-cegah) merupakan siklus yang terus terjadi secara bergantian sepanjang permainan. Saat tim menyerang, ia akan mulai membangun serangan. Jika sukses, ia bisa menyelesaikannya. Jika gagal, ia bisa terus membangun atau kehilangan bola. Saat hilang bola, maka ia akan masuk pada fase mengganggu lawan bangun serangan.

 

Jika berhasil dalam ganggu lawan bangun serangan, tim bisa rebut bola dan kembali bangun serangan. Jika gagal, maka tim harus masuki fase cegah lawan selesaikan serangan. Jika berhasil, tim akan rebut bola dan kembali bangun serangan. Jika gagal juga, maka berarti tim kebobolan gol. Sepakbola itu sederhana!

 

-bersambung-

 

@kickoffindonesia

Please reload