KickOff! Indonesia (c) 2014

Pamulang Permai Y-19, Jl. Witanaharja Raya | T/F: 62-21-7440126 | info@kickoffindonesia.com

  • Facebook - Black Circle
  • Twitter - Black Circle
  • Instagram - Black Circle
  • YouTube - Black Circle
K! EVENT

Workshop Kepelatihan "Bangun Serangan dari Bawah" | Malang, 30-31/12

1/2
Please reload

Recent Posts

September 11, 2019

Please reload

[Latihan] Permainan Posisi 5v3 untuk Progresi Bola ke Depan

January 1, 2017

Game Model

Model permainan yang dibangun Tim O18 saat membangun serangan adalah melakukan progresi serangan ke depan secara konstruktif dari lini ke lini. Formasi dasar tim adalah 1433, dengan transformasi menjadi 12323 saat menyerang. Dimana rotasi dan transposisi dilakukan oleh #8 dan #10 yang drop mengapit #6 di halfspace. Kemudian sayap #7 dan #11 masuk ke dalam. Sedangkan kelebaran dijaga oleh fullback #2 dan #5 yang bergerak dalam satu jalur garis lurus menyesuaikan keberadaan bola.

 

 

Saat permainan dari kiper, kedua centerback #3 dan #4 melebar dan ambil kedalaman di samping boks. Jika lawan gunakan 1 striker, maka tercipta 2 (+1 GK) vs 1. Andai lawan bermain dengan 2 striker, maka #6 turun menyelip diantara #3 dan #4, agar tercipta 3 (+1 GK) vs 2. Pada fase awal bangun serangan ini, tugas mereka adalah sirkulasi, memaksa striker lawan out of play. Sehingga salah satu dari #3 dan #4 dapat bebas dribble bola ke depan. Tugas selanjutnya adalah memprogresi bola ke #7, #9 atau #11 yang beroperasi awal di ruang antar lini (di depan lini bek, di belakang gelandang bertahan lawan).

 

 

 

Deskripsi Masalah

Pada umumnya, pemain #3 atau #4 sulit bisa melakukan progresi dengan satu umpan langsung mulus ke #7, #9, #11 di antar lini. Untuk itu tim harus mensirkulasi bola melalui #8, #6, #10, #2 atau #5. Disinilah tim sering kehilangan bola. Utamanya terjadi saat bola di #8 dan #10. Pemain #8 dan #10 sering salah ambil keputusan. Seharusnya bisa turn, ia tidak turn. Sewajarnya harus satu sentuhan ke fullback, ia justru turn.

 

 

Problem berikutnya juga terjadi bila #8 dan #10 bisa turn dengan bebas. Penyesuaian posisi fullback, kemudian sayap yang berdiri di halfspace dan antar lini sering terlambat. Sehingga #8 atau #10 tidak cukup punya opsi untuk progresi bola ke depan. Singkatnya deskripsi masalah permainan adalah sebagai berikut:

 

5 W +1H

Momen?

Menyerang.

 

Fase?

Membangun Serangan (build up).

 

What?

Tim selalu gagal mencapai #7, #9, #11 di depan.

 

Who?

  • sebelah kanan: #2, #3, #6, #7, #8.

  • sebelah kiri: #4, #5, #5, #10, #11.

When?

Saat proses sirkulasi memprogresi bola menuju ke #7, #9 atau #11.

Terutama saat #8, #10 kuasai bola.

 

Where?

Setengah lapangan area sendiri.

 

Why?

  • posisi dan body shape #8 dan #10.

  • posisi #2, #5 dan #7, #11 saat #8 dan #10 bisa turn.

 

Bentuk Latihan

Sebagai solusi dari deskripsi permasalahan di atas, maka dibuatlah permainan posisi 5v3. Dimana latihan dibagi menjadi dua grup. Grup 1 adalah yang bermain di sebelah kanan. Melibatkan pemain #2, #3, #6, #7, #8 kontra #11, #10, #8. Lalu grup 2 yang bermain di sebelah kiri. Melibatkan pemain #4, #5, #5, #10, #11 kontra #7, #10, #6.

 

 

Tim bermain 5v3. Tim serang lakukan penguasaan bola dengan target sebanyak mungkin bisa mencapai #7 atau #11 dengan mulus. Tim bertahan berusaha merebut bola. Bila bola terebut, target mereka adalah dribble injak garis. Tentu 5 pemain tim serang harus lakukan counterpress cepat mencegah lawan bisa injak garis.

 

 

Adapun bentuk grid yang sepertinya aneh (bukan kotak) dibuat dengan maksud implisit tertentu. Garis diagonal di samping kiri dan kanan centerback memiliki tujuan agar gelandang bertahan dan fullback tidak turun jauh, segaris dengan centerback. Situasi yang bisa terjadi di lapangan kotak. Berdiri dalam 1 garis horizontal memudahkan lawan lakukan penjagaan dan menyulitkan progresi bola ke depan.

 

 

Sedang garis diagonal di atas adalah untuk membatasi opsi passing #6 dan membatasi gerak #7 atau #11. Sebab jika grid lapangan kotak ada kemungkinan sayap #7 atau #11 akan masuk terlalu ke tengah. Situasi yang tidak baik bila terjadi di pertandingan, mengingat, pemain yang mengokupansi ruang tersebut adalah striker #9. Untuk kepentingan penyederhanaan latihan, keberadaan #9 dihilangkan. Tentunya opsi ruang milik #9 juga harus dihilangkan.

 

 

Di dalam pelaksanaan latihan, ada beberapa poin kepelatihan yang harus ditekankan. Saat bola di pemain misal #4, maka pemain #5 dan #6 harus menjadi opsi pilihan passing ke kiri dan kanan. Keberadaan keberadaan keduanya adalah untuk mempengaruhi lawan #7 dan #10. Jika #7, #10 lawan tertarik keluar, maka terbuka jalur passing ke #10 atau ke #11. Perlu diingat, ini hanya bisa terjadi jika #10 berdiri tidak dalam satu jalur passing dengan #10.

 

 

Jika #7, #10 lawan memutuskan untuk merapat melindungi area sentral, maka #5 dan  #6 akan free untuk menerima bola. Jika lawan lambat press maka keduanya bisa langsung mencapai ke #11.

 

 

Selain posisi #10 yang tidak boleh segaris dengan #11, ia juga harus memiliki body shape yang membuatnya bisa melihat kawan #4 dengan bola dan lawan #6 yang menjaga. Sehingga bila bola datang padanya, ia bisa menentukan apakah ia bisa lakukan half turn menghadap ke depan. Atau ia harus lakukan passing satu sentuhan cepat ke fullback #5 atau backpass kembali ke #4

 

 

Jika pemain #10 bisa melakukan half turn menghadap ke depan, maka fullback #5 harus lakukan penyesuaian posisi. Ia harus naik ke atas untuk ciptakan opsi diagonal pass ke kiri. Sedangkan #11 harus bergeser sedikit ke dalam untuk ciptakan opsi diagonal pass ke kanan. Pada akhirnya lawan #6 akan kebingungan sebab ia harus menjaga #5 dan #11 secara bersamaan.

 

 

@kickoffid

Please reload