K! EVENT
Recent Posts

Berkenalan dengan Ragam Metode Melatih

“Jangan membunuh lalat dengan senapan” – Confucius

Pepatah filsuf Cina di atas bicara tentang pentingnya metode atau cara untuk mencapai `Dari beragam cara, tidak ada yang selalu benar dan juga tidak ada selalu salah. Suatu cara menjadi benar ketika cara tersebut tepat guna (efektif), tetapi juga tidak berlebih (efisien).

Ya, Anda tidak perlu membunuh lalat dengan senapan, cukup dengan pemukul lalat. Tetapi mungkin anda membutuhkan senapan untuk melumpuhkan seekor singa. Ibarat kotak peralatan berburu, seorang pemburu wajib menguasai semua alat. Dari senapan, pistol, belati, hingga busur misalnya. Meski demikian menguasai semua alat tidaklah cukup. Pemburu yang tangguh haruslah juga menguasai wawasan tentang senjata apa yang tepat untuk binatang yang diburunya.

Hal yang sama juga terjadi di dunia kepelatihan. Ada beragam cara melatih yang sering juga dikenal dengan metode melatih. Dari beragam metode melatih, tidak ada yang selalu sepenuhnya benar, tetapi juga tidak ada yang selalu sepenuhnya salah. Untuk itu, pelatih harus menguasai berbagai ragam metode melatih. Pelatih juga harus memahami wawasan tentang metode melatih mana yang tepat menyesuaikan dengan pemainnya. Metode melatih yang tepat, di waktu yang tepat, pada situasi yang tepat, untuk pemain yang tepat.

Ragam Metode Melatih

Hal penting pertama adalah pelatih harus mengerti bahwa ada banyak metode melatih. Dimana semua ragam metode melatih haruslah dikuasai dengan baik. Beragam metode melatih ini dibagi ke dalam dua klasifikasi. Yaitu explicit coaching dan implicit coaching.

Explicit coaching adalah metode melatih dimana seorang pelatih secara aktif memberikan referensi kepada pemainnya secara eksplisit (langsung verbal). Sedangkan implisit coaching adalah metode melatih dimana seorang pelatih secara pasif dan implisit menciptakan situasi yang merangsang pemain untuk berpikir, menemukan solusi dan melakukan teorisasi terhadap situasi yang dihadapi.

Adapun ragam metode melatih adalah sebagai berikut:

1/ Metode STOP – FREEZE

Ad. suatu metode melatih secara aktif dengan cara memberhentikan latihan dan membekukan situasi SEGERA setelah kesalahan terjadi. Pada saat latihan diberhentikan, kemudian pelatih berkomunikasi lewat proses tanya jawab untuk mengajak pemain melihat dan berpikir tentang kesalahan apa yang terjadi di dalam latihan tersebut. Pelatih kemudian memandu pemain untuk bisa memperbaiki kesalahan.

Contoh pada bentuk latihan 2v1 cetak gol ke gawang, terjadilah kesalahan karena 2 pemain dengan bola selalu bermain passing ke kiri ke kanan. Dengan metode STOP-FREEZE, pelatih akan langsung menyetop situasi tersebut, lalu bertanya kepada pemain tentang kesalahan tersebut. Pelatih kemudian memandu pemain untuk memperbaiki kesalahan dengan memberi masukan agar pemain melakukan dribble mendatangi lawan, sehingga temannya bebas. Pemain dengan bola dapat memilih untuk pass ke teman yang free untuk finishing atau melewati untuk finishing.

Stop-Freeze Method