K! EVENT

Developing Smart Players using Ekkono Method | Zoom, 09.09.2020

1/2
Please reload

Recent Posts
Please reload

[Founder's Diary] Ini memang Piala Dunia, Tapi U20 Lho!

August 9, 2020

 

"Fakta membuktikan bahwa negara-negara sepakbola dunia SERING tidak lolos Piala Dunia U-20"

 

Terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20  bisa jadi momentum penyemangat pembangunan sepakbola Indonesia masa depan. Di tulisan sebelumnya akhir tahun lalu, saya cerita tentang perasaan berkecamuk, Perasaan bangga dan khawatir bercampur jadi satu. Di tulisan tersebut, saya sampaikan:

 

Kecemasan lain yang menyergap adalah kebiasaan buruk bangsa kita mengerahkan seluruh dana, daya, usaha dan upaya hanya pada satu event besar. PD U20 Indonesia 2021 harus jadi inspirasi penyemangat untuk seluruh aktivitas sepakbola. Dari mulai Timnas segala kelompok, Liga Profesional-Amatir, Elite Pro Academy, Pendidikan Pelatih-Wasit, Grassroot, dll. Jangan sampai konsentrasi berlebih pada PD U20 Indonesia 2021 membuat kita menganak tirikan aktivitas lainnya.

 

Timnas U20 tidak boleh menjadi anak emas dibandingkan timnas lainnya hanya karena PD U20 Indonesia 2021. PSSI juga harus terus mengerahkan dana, daya, usaha dan upaya pada semua timnas secara bijak dan proporsional. Timnas U16 misalnya juga harus terus diupayakan untuk bisa lolos ke Piala Dunia U17 di Peru 2021. Demikian juga dengan timnas Senior, Timnas U23, Timnas Wanita dan Timnas Wanita U16. Ingat, seluruh timnas itu penting!!

 

Selang beberapa bulan setelah tulisan tersebut, kekhawatiran saya mulai jadi kenyataan. Memang harus dipahami bahwa banyak aktivitas sepakbola lain mandek terkendala pandemi. Tapi sudah jelas terlihat, bahwa PD U20 Indonesia 2021 telah membuat seluruh stakeholder heboh. Melakukan berbagai kebijakan short term yang tidak sustainable, apapun demi sukses di PD U20.

 

Ini U20 Lho!I

Ini memang Piala Dunia, tapi U20 lho! Pernyataan ini penting agar semua stakeholder sadar bahwa Piala Dunia U20 harus disukseskan, tapi masih dalam konteks pembinaan sepakbola usia muda yang rasional dan proporsional.

 

Mari kita belajar dari negara sepakbola maju. Kita sepakat bahwa indikator negara sepakbola maju adalah rangking FIFA dan jumlah trofi Piala Dunia. Dari rilis rangking FIFA terakhir, 15 besar rangking FIFA seperti tercantum pada bagan di bawah. 

 

 

Dari 15 besar negara sepakbola dunia terbaik itu, kita sepakat juga bahwa Jerman, Brasil, Italia, Prancis, Spanyol adalah negara Juara Piala Dunia yang terus mendominasi sepakbola dunia. Hal yang menarik adalah banyak negara adidaya sepakbola tersebut ternyata tidak lolos ke Piala Dunia. Di pagelaran PD U20 Polandia 2019, negara top seperti Jerman, Brasil, Spanyol dan Inggris absen karena tidak lolos. Bahkan Jerman dan Spanyol sudah tidak lolos ke Piala Eropa U19 yang menjadi ajang kualifikasi ke PD U20.

 

Melihat Jerman dan Spanyol gagal lolos ke Piala Eropa U19, kita Indonesia sebenarnya boleh berbangga hati. Sebab berarti pencapaian Timnas U16 dan U19 Indonesia secara strata sudah lebih tinggi dari Tim Panser dan Matador. Ya, sudah dua edisi terakhir Timnas U16 dan U19 kita berhasil lolos ke Piala Asia yang levelnya sama dengan Piala Eropa. Tapi apakah kemudian kita berani mengatakan bahwa sepakbola Indonesia lebih baik dari Jerman dan Spanyol? Ehemm...

 

Pertanyaannya, mengapa negara adidaya yang sering tidak lolos Piala Dunia Junior, bahkan Piala Eropa Junior, tetap berprestasi tinggi di level senior? Apakah Piala Dunia Junior tidak dianggap penting oleh DFB Jerman, RFEF Spanyol atau CBF Brasil? Tentu penting, tapi bukan segala-galanya!  Penting, sebagai "salah satu alat" untuk matangkan pemain muda agar bisa eksis di top level senior.  Bukan segala-galanya karena hanya salah satu bagian kecil dari alat pembinaan yang mereka punya.

 

Buat negara sepakbola maju, event Piala Dunia Junior yang hanya turnamen singkat tidak bisa dibandingkan ketatnya kompetisi akademi mereka di tingkat lokal. Kompetisi antar akademi sistematis dan kompetitif memberikan manfaat pembelajaran bagi pemain yang luar biasa. Proses latihan dan pertandingan tiap akhir pekan sepanjang tahun menjadi wadah  pemain muda belajar.

 

Tak heran buat mereka, gak lolos Piala Dunia Junior itu gak masalah. Gak lolos Piala Eropa Junior pun juga no problem. Fondasi pembinaan sepakbola usia muda lokal yang solid merupakan modal utama yang akan memastikan timnas senior mereka akan selalu berada di top level dunia, sampai kapanpun. 
 

Manfaatkan Momentum

Lalu bagaimana kita menyikapi PD U20 Indonesia 2021? "Kita kan bukan Jerman, bukan Spanyol, kita Indonesia!" Jawabannya simple, jangan jadikan PD U20 sebagai tujuan akhir, tapi jadikan PD U20 sebagai modal awal untuk membawa Timnas Indonesia (senior) ke level dunia. 

 

Caranya, PD U20 harus jadi modal penyemangat untuk membangun grassroot, membangun pendidikan pelatih, membangun elite youth, membangun klub profesional dan membangun kompetisi junior-senior. Dengan fondasi rumah sepakbola yang solid, prestasi timnas itu adalah konsekuensi. 

 

Suatu hari kita harus seperti Jerman atau Spanyol. Kita boleh tidak lolos Piala Dunia Junior. Kita boleh tidak lolos Piala Asia Junior. Tapi kita tetap mendominasi sepakbola dunia di level senior. Semua karena kita telah memiliki struktur, sistim dan infrastruktur pembinaan yang mumpuni. 

 

Ganesha Putera
Founder KickOff! Indonesia 

 

*Per Senin, 3 Agustus 2020, KickOff! sajikan rubrik baru bertajuk "Founder's Diary". Namanya juga diary, maka ya harus terbit setiap hari. Ya, ini semacam rangsangan berkomitmen untuk menulis setiap hari. Sebuah kebiasaan baik di masa lampau yang kini mulai pudar.  Dukung usaha pelestarian kebiasaan baik ini dengan membacanya setiap hari! Selamat menikmati! 

 


 

Please reload