K! EVENT

Developing Smart Players using Ekkono Method | Zoom, 09.09.2020

1/2
Please reload

Recent Posts
Please reload

[Founder's Diary] Tren Kiper Berubah, Haruskah Latihan Berubah?

August 18, 2020

"Sejak FIFA menerapkan aturan larangan back pass ke kiper, cara bermain kiper berubah total"

 

Apa kebutuhan dan tuntutan seorang kiper dalam suatu permainan sepakbola? Sumber jawaban terbaik dari pertanyaan tersebut adalah dari permainan sepakbola itu sendiri. Penting untuk kita melihat aksi apa saja yang dilakukan kiper dan bagaimana ia melakukannya selama 90 menit.

 

Dari analisa permainan, maka ada beberapa fakta penting yang bisa dicatat. Saya tak pernah bosan mengingatkan bahwa fakta ya fakta. Sesuatu yang tak dapat diperdebatkan. Layaknya bumi itu bulat. Apa saja fakta tentang peran kiper di permainan sepakbola?

 

Fakta#1: Sepakbola terdiri dari Menyerang-Bertahan-Transisi.

Sesuai FIFA Laws of The Game, permainan sepakbola dimenangkan dengan cara mencetak gol lebih banyak lawan. Itu sebabnya tim perlu menyerang untuk cetak gol dan bertahan untuk cegah lawan cetak gol. Lalu, ada perpindahan kedua momen tersebut yang serign disebut transisi.

 

Ketika seorang kiper bermain sepakbola, maka ia tidak akan terhindar dari tiga momen tersebut. Kiper harus lakukan berbagai aksi dalam menyerang seperti distribusi, menerima backpass, beri support, dribble, passing, control, dst. Lalu saat bertahan, kiper lakukan aksi tangkap, blok, tip, dive, 1v1, dst. 

 

 

Fakta#2: Kiper Lebih Banyak Gunakan Kaki.

Dari berbagai riset, ternyata tren permainan sepakbola modern mendorong kiper untuk menggunakan kaki lebih banyak daripada tangan. Riset yang dilakukan Labbola pada Piala Dunia tahun 2014 misal, menyatakan bahwa kiper melakukan 71% aksi tanpa tangan. 

Di level lokal, tren sama pun terjadi. Dari beberapa riset kecil pribadi, saya menemukan selalu aksi tanpa tangan lebih tinggi. Ini juga berlaku untuk tim yang memiliki style reaktif sekalipun. Meskipun perbedaannya tidak besar, tapi tetap saja kiper tim-tim lokal yang bermain reaktif lebih banyak melakukan aksi tanpa tangan.

 

Sumber: Labbola

 

Fakta#3: Kiper Lebih Banyak Berkutat pada Situasi Kolektif

Seorang kiper rata-rata melakukan 25-55 kali aksi per pertandingan. Dari keseluruhan aksi tersebut, 25-30% diantaranya merupakan aksi tunggal. Sedangkan sisanya 75-80% adalah aksi kolektif. Sepakbola sejatinya memang olahraga kolektif, jadi sebenarnya hampir tidak ada aksi tunggal. Tapi anggaplah demikian.

 

Pengertian aksi tunggal adalah aksi yang dilakukan kiper secara independen, tidak terlalu tergantung dan terhubung dengan kawan. Contoh paling sederhana dari aksi tunggal ini adalah shot stopping. Sedangkan aksi kolektif adalah aksi yang dilakukan kiper berdasarkan situasi tumbukan antara kawan dan lawannya. Misal antisipasi cross atau build up untuk progresi ke depan. 

 

Fakta#4: Jarak Istirahat antar Aksi Kiper Sangat Panjang

Fakta lain adalah soal jarak antar aksi seorang kiper selama 90 menit. Riset Labbola di Piala Dunia 2018, rata-rata jarak istirahat antar aksi kiper bisa mencapai 113 detik (hampir 2 menit). Di samping itu, statistik mencatat bahwa kiper membuat rentetan aksi dalam satu waktu paling banyak 2-3 aksi.

 

Ini berarti kiper tak pernah melakukan rentetan aksi yang banyak dalam waktu singkat. Juga kiper selalu memiliki jarak istirahat antar aksi yang panjang. Apa yang kiper lakukan selama 113 detik tersebut? Ya, meditasi, observasi dan komunikasi! Kesimpulannya buat kiper, kualitas aksi jauh lebih penting daripada kuantitas aksi.  

 

Sumber: Labbola

 

Refleksi

Sekali lagi, penjelasan di atas adalah fakta objektif yang tidak terbantahkan. Sama seperti bumi itu bulat. Membantahnya, sama seperti mengatakan bumi itu datar. Untuk itu, saya ingin menutup tulisan ini dengan pertanyaan reflektif bagi kita semua.

 

Fakta#1: Sepakbola terdiri dari Menyerang-Bertahan-Transisi.

"Lalu mengapa pelatih kiper lebih sering melatih aksi bertahan?"

 

Fakta#2: Kiper Lebih Banyak Gunakan Kaki.

"Lalu mengapa pelatih kiper lebih sering melatih aksi gunakan tangan?"

 

Fakta#3: Kiper Lebih Banyak Berkutat pada Situasi Kolektif.

"Lalu mengapa pelatih kiper lebih sering melatih kipernya terpisah dari kawan dan lawannya?"

 

Fakta#4: Jarak Istirahat antar Aksi Kiper Sangat Panjang.

"Lalu mengapa pelatih kiper lebih sering melatih kipernya dengan jumlah aksi banyak dalam waktu singkat?"

 

Terkadang manusia berpekik lantang bahwa bumi itu bulat. Tapi tanpa sadar, tindakan sehari-harinya mencerminkan bahwa bumi itu kotak. Hidup adalah komedi, maka tertawalah!

 

SEKIAN.

 

Ganesha Putera
Founder KickOff! Indonesia 

 

*Per Senin, 3 Agustus 2020, KickOff! sajikan rubrik baru bertajuk "Founder's Diary". Namanya juga diary, maka ya harus terbit setiap hari. Ya, ini semacam rangsangan berkomitmen untuk menulis setiap hari. Sebuah kebiasaan baik di masa lampau yang kini mulai pudar.  Dukung usaha pelestarian kebiasaan baik ini dengan membacanya setiap hari! Selamat menikmati! 

 


 

Please reload