K! EVENT

Developing Smart Players using Ekkono Method | Zoom, 09.09.2020

1/2
Please reload

Recent Posts
Please reload

[Founder's Diary] Kenalkan Monchi! Otak Penting di Balik Sukses Sevilla (Bagian ke-1)

August 23, 2020

 

"Saya pikir Sevilla dan Europa League telah berjodoh dalam suatu percintaan mesra" - Monchi.

 

Saat Lukaku membelokkan tendangan salto Diego Carlos ke gawangnya sendiri, Sevilla kembali menjadi juara Liga Europa. Bukan main, untuk ke-6 kalinya dalam dua dekade terakhir. 4 gelar diantaranya direngkuh dalam 6 tahun terakhir. Fenomenal! Apa rahasia Sevilla, bisa jadi raja kompetisi kontinental kelas dua ini? Rekruitmen adalah jawabannya.

 

Sevilla dikenal sebagai klub dengan kinerja scouting yang terbaik di dunia. Mereka senantiasa membeli pemain murah meriah yang kemudian tampil moncer dengan klub Andalusia itu. Saat pemain mulai moncer, Sevilla tak pernah takut untuk menjualnya ke klub besar. 

 

Ramon Rodriguez Verdejo mencorat-coret formasi 1-4-4-2 di secarik kertas sambil menyeruput sekaleng soda. Guratan penanya menuliskan nama Andres Palop di bawah gawang. Lini belakang dikawal Dani Alves, Federico Fazio, Martin Caceres dan Adriano. Kuartet barisan tengah diisi Rakitic, Baptista, Keita dan Poulsen. Lalu Luis Fabiano dan Bacca menjadi tombak kembar di depan. 

 

Guratan tersebut hanya membuatnya meneken buku cek sebesar 23,5 juta Euro. Apa yang terjadi beberapa musim kemudian. Seluruh 11 pemain andalan Sevilla laris manis dipinang klub-klub papan atas. Sevilla pun membukukkan rekor keuntungan yang aduhai. 270 juta Euro. Cuan banyak! 

 

Belum lagi Sergio Ramos, Jesus Navas, Alberto Moreno, Luis Alberto dan Jose Antonio Reyes. Label harganya "0" Euro, karena merupakan pemain hasil didikan akademi sendiri. Mereka memang tidak dibeli, tapi mereka tetap dapat dijual. Dari lapak akademi sendiri, Sevilla dapat income lebih dari 100 juta Euro. Lagi-lagi cuan gede! 

 

Monchi Otaknya

Siapa sih sebenarnya Ramon Rodriguez Verdejo? Pria botak berusia 51 tahun ini lebih dikenal dengan panggilan akrab Monchi. Ia adalah mantan kiper Sevilla di era 90-an. Si Monchi ini darahnya Sevilla banget. Ia meniti karier di Akademi Sevilla, masuk ke tim Sevilla B, lalu akhirnya mentas di tim utama. Meski karir profesionalnya tak terlalu mengkilap. Ia lebih banyak jadi deputi Unzue yang kesohor itu.

 

Semua berawal di musim 2000 yang kelam. Musim dimana Sevilla terdegradasi ke kasta kedua Liga Spanyol. Monchi didaulat menjadi Direktur Olahraga Sevilla. Ada dua misi utamanya. Pertama, memperbaiki kinerja Akademi Sevilla agar dapat mencetak pemain berkualitas.  Kedua, membangun departemen rekruitmen dengan sistim scouting mumpuni. 

 

Keduanya diperbaiki pelan tapi pasti. Monchi meletakkan fondasi pembinaan yang kuat untuk Akademi Sevilla. Metode dan metodologi dikembangkan dengan kolaborasi berbagai expert dari lintas disiplin. Monchi juga merevolusi mindset para pekerja di Akademi. Bukan mencetak tim juara, tetapi  mencetak pemain juara!

 

Departemen rekruitmen yang dibangunnya bergerak fenomenal. Total ada sekitar 16 staf yang bertugas memantau pemain dari berbagai Liga Eropa. Pola pemantauan dibuat sangat fokus. Dilarang membidik pemain dari klub papan atas dan yang berlabel harga mahal. Targetnya adalah pemain murah meriah berkualitas yang bisa berkontribusi untuk Sevilla. 

 

-BERSAMBUNG-

 

Ganesha Putera
Founder KickOff! Indonesia 

 

*Per Senin, 3 Agustus 2020, KickOff! sajikan rubrik baru bertajuk "Founder's Diary". Namanya juga diary, maka ya harus terbit setiap hari. Ya, ini semacam rangsangan berkomitmen untuk menulis setiap hari. Sebuah kebiasaan baik di masa lampau yang kini mulai pudar.  Dukung usaha pelestarian kebiasaan baik ini dengan membacanya setiap hari! Selamat menikmati! 

 


 

Please reload