K! EVENT

Developing Smart Players using Ekkono Method | Zoom, 09.09.2020

1/2
Please reload

Recent Posts
Please reload

[Founder's Diary] Kenalkan Monchi! Otak Penting di Balik Sukses Sevilla (Bagian ke-4)

August 26, 2020

"Jika di banyak fase sebelumnya, talent scouter yang lebih berperan, di fase akhir inilah Direktur Olahraga akan tampil untuk berperang" - Monchi.

 

Sampailah kita pada suatu fase di bulan April. Fase kolaborasi segitiga yang cantik. Pertama, Owner/BOD yang menentukan strategi kebijakan keuangan klub. Kedua, pelatih kepala yang menentukan profil pemain yang dibutuhkan untuk menunjang style bermainnya. Terakhir, Direktur Olahraga yang mencari pemain untuk memenuhi tuntutan Owner/BOD dan Pelatih Kepala. 

 

Diskusi Direktur Olahraga dan Pelatih Kepala menjadi sangat krusial. Monchi senantiasa menerapkan filosofi "Meja dan Lampu". Sebuah filosofi yang yang dipopulerkan Rafael Benitez saat menjadi pelatih Valencia. Di suatu konferensi pers, Rafa berucap, "Saya meminta meja, dan klub memberikan lampu," ujarnya. Makna ucapan Rafa adalah soal sinergitas.

 

Itu sebabnya Monchi selalu berusaha mengaplikasikan teori "Meja dan Lampu" dengan mengedepankan pendapat sang pelatih kepala. Sesudah itu, Monchi juga berusaha memahami keinginan dan tujuan pelatih kepala. Terakhir, Mochi wajib mengeksekusi perencanaan berdasarkan dua pertimbangan tersebut. 

 

Interaksi

Dibutuhkan diskusi interaktif yang berkualitas untuk mendapat output rekruitmen yang pas. Monchi akan selalu mulai dengan pertanyaan awal ke pelatih kepala. "Di posisi apakah kita membutuhkan pemain baru?" Misal sang pelatih kepala meminta seorang fullback. Pertanyaan selanjutnya dimunculkan, "Profil fullback semacam apakah yang Anda butuhkan?"

 

Katakanlah sang pelatih kepala punya playing style yang ofensif. Ia suka fullback yang rajin naik bantu serangan. Jago gocek 1v1 dan punya crossing mumpuni. Dari profil itu, Monchi akan menyeleksi databasenya. Mungkin di databasenya terdapat 15 fullback. Dari semua fullback, hanya 8 yang memenuhi profil sesuai selera pelatih kepala.

 

Daftar 8 fullback itu dikembalikan ke Pelatih Kepala. Bila pelatih kepala ada yang mengenal salah satu dari fullback tersebut dan ia sangat menyukainya, maka itu adalah anugerah. Suatu kebetulan menguntungkan karena berarti pemain tersebut telah memenuhi standar klub, maupun standar yang diinginkan pelatih kepala. "Segera eksekusi proses negosiasi," ujarnya.

 

Sayangnya, kejadian itu amat langka. Selama 20 tahun pengalaman jadi Direktur Olahraga, umumnya pelatih kepala amat fokus pada latihan, pertandingan dan media. Ia tidak punya waktu untuk mengamati banyak pemain. Sehingga biasanya, ia cenderung mempercayakan kepada Direktur Olahraga. 

 

Kepercayaan ini tidak boleh disalahgunakan. Meski dipercaya, Monchi selalu memilih prioritas buruan tiga terbaik. Tiga kandidat ini kembali dikonsultasikan ke pelatih kepala. Monchi tak lupa membawa data stats dan video tiga kandidat itu. Jika pelatih kepala setuju, baru ketiga kandidat itu diburu sesuai rangkingnya. 

 

Monchi bersabda bahwa bernegosiasi dengan pemain tanpa persetujuan pelatih kepala adalah awal dari bencana. Meski pelatih kepala percaya 100% padanya, tak boleh sekali pun ada proses negosiasi tanpa persetujuan pelaith kepala. Inilah sinergi cantik yang selalu dibangun oleh Monchi dengan siapapun pelatih kepala.

 

Kekurangan itu Kelebihan

Kiprah Departemen Rekruitmen Sevilla sungguh inspiratif. Ibarat pepatah, mati satu tumbuh seribu. Setiap kali Sevilla menjual pemain dengan banderol aduhai, tak lama kemudian bintang baru berharga murah akan muncul. Lalu dijual lagi, lalu muncul lagi bintang baru. Begitu seterusnya.

 

Pelajaran berharga dari sukses Sevilla adalah bagaimana klub melakukan positioning yang cerdas dengan strategi cerdik. Alih-alih bersaing dalam perang transfer melawan klub raksasa super kaya, Sevilla fokus ke pemain di luar radar. Untuk dapat pemain di luar radar yang berkualitas, klub membangun departemen rekruitmen canggih berbasis sains dan big data. 

 

Tidak menjadi klub yang bergelimang uang tidak selalu merugikan. Malah, kekurangan itu merangsang kreativitas dan inovasi Sevilla. "Keterbatasan finansial kami memaksa kami untuk lebih teliti dalam rekruitmen. Kesalahan sekecil apapun ada kerugian besar," ujar Monchi. Ya, kekurangan Sevilla adalah kelebihan yang berbuah pada 6 gelar Europa League. Selamat Sevilla!! 

 

-SEKIAN-

 

Ganesha Putera
Founder KickOff! Indonesia 

 

*Per Senin, 3 Agustus 2020, KickOff! sajikan rubrik baru bertajuk "Founder's Diary". Namanya juga diary, maka ya harus terbit setiap hari. Ya, ini semacam rangsangan berkomitmen untuk menulis setiap hari. Sebuah kebiasaan baik di masa lampau yang kini mulai pudar.  Dukung usaha pelestarian kebiasaan baik ini dengan membacanya setiap hari! Selamat menikmati! 

 


 

Please reload