K! EVENT

Developing Smart Players using Ekkono Method | Zoom, 09.09.2020

1/2
Please reload

Recent Posts
Please reload

[Founder's Diary] Mau Berkembang atau Mau Kelihatan Baik-baik Saja?

August 31, 2020

"Untuk berkembang, siapapun perlu membuat banyak kesalahan!"

 

Publik sedang dihebohkan berita pencoretan mendadak dua pemain Timnas U19. Heboh karena dua pemain tersebut dicoret akibat kesalahan konyol. Ketiduran! Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran berharga. Bukan saja bagi pemainnya, tapi juga bagi seluruh pemain muda masa depan. Orang sukses itu adalah mantan orang gagal yang mengevaluasi diri.

 

Ya orang sukses adalah orang yang telah membuat banyak kesalahan di masa lampau, kemudian memperbaikinya jadi lebih baik dari hari ke hari. Istilah bijak kerennya, "salah itu guru," makanya, "makin banyak salah, makin banyak belajar!" Michael Jordan pernah berujar bijak, "dalam karier basket, saya telah meluputkan berjuta tembakan, karena itulah saya sukses!"

 

Sekarang, kita buat permainan kecil-kecilan. Saya minta pembaca merenung dan memilih. Mana yang anda pilih, Pembina A atau Pembina B?

 

Pembina A

Mengumpulkan HP pemain setiap malam, agar pemain bisa tidur nyenyak.

Pembina B

Mengajarkan pemain arti profesionalisme dan prioritas dalam hidup.

Mengajarkan pemain manajemen diri dan manajemen waktu.

Mengajarkan pemain pentingnya kualitas tidur.

 

 

Pembina A

Membangunkan tidur pemain di pagi hari untuk sarapan. 

Menggedor-gedor kamar pemain, jika pemain tidak bangun.

Pembina B

Memberikan pengumuman sehari sebelumnya, tentang jam sarapan.

Tidak datang ke ruang makan tepat waktu, tidak boleh ikut makan.

 

Pembina A
Menghitung jumlah pemain 10 menit sebelum jadwal,

Jika ada pemain yang belum muncul, disusulin ke kamar.

Pembina B

Berangkat sesuai jadwal, tanpa harus menghitung jumlah pemain.
Pemain tidak ikut berangkat, pemain yang rugi. 

 

Pembina A 

Meminta kitman menyiapkan semua pakaian latihan/pertandingan lengkap.

Pemain tinggal ambil dan pakai.

Selesai pakai, tinggal copot dan kumpulkan.

Pembina B

Meminta pemain mengelola pakaian latihan/pertandingan-nya masing-masing. Dari mulai menyimpan hingga memeliharanya. 

 

Pembina A 

Meminta kitman menyiapkan peralatan latihan (bola, cones, rompi, dst).

Pembina B

Meminta kitman menyiapkan peralatan latihan di gudang. Pemain secara bergantian harus mengambil, membawa ke lapangan dan memulangkannya ke gudang. 

 

Pembina A

Menggunakan jasa catering dan ahli gizi untuk menyiapkan makanan pemain.

Pembina B

Menggunakan jasa ahli gizi untuk mengajarkan pemain pola hidup sehat dan cara menyiapkannya

Memberikan uang makan untuk pemain belanja dan memasak sendiri. 

 

Pembina A

Saat away, kumpul dulu di suatu tempat. Berangkat sama-sama! 

Di bandara, tiket dikumpulkan, bagasi dikumpulkan, lalu official men-check in-kan semua.

Pembina B

Membagikan tiket ke tiap pemain sehari sebelum berangkat away.

Di bandara, pemain check in dan urus bagasi masing-masing.

Ketemu di atas pesawat!

 

Pembina A

Menyiapkan asrama untuk tempat tinggal.

Memberi fasilitas makan, laundry, dll.

Pembina B

Menyiapkan apartemen untuk tempat tinggal (pemain cukup umur).

Mengurus dirinya sendiri.

Menitipkan pemain (belum cukup umur) untuk tinggal di suatu keluarga (homestay).

Mengurus diri dan keluarga homestay-nya

 

 

Kelihatan Baik-baik Saja

Kebanyakan dari Anda pasti adalah penganut filosofi Pembina A. Anda adalah tipe pembina yang "perfect" dan ingin kelihatan segala sesuatunya baik-baik saja. Jujur, saya dulu adalah Pembina Tipe A. Sekarang-pun kadang-kadang jiwa tipe pembina tipe A saya masih sering keluar. Entah karena tuntutan lingkungan, maupun kerena bawaan saja. 

 

Saya harus minta maaf pada para pemain, jika terkadang tipe A ini masih sering muncul. Hidup menjadi lebih mudah dan nyaman untuk pemain. Hanya, perlahan tapi pasti, pembina type A sedang membunuh pemain pelan-pelan. Pemain dibuat tidak pernah mencoba mengalami sesuatu, berbuat salah, belajar dan berkembang.  

 

Kembali ke kejadian pencoretan 2 pemain timnas akibat ketiduran. Sewajarnya, kejadian itu tidak terjadi di timnas. Mungkin lebih baik, kejadian ini sudah sering terjadi di SSB/Klub. Lalu, mereka mendapat tindakan tegas tapi edukatif dari klub. Sehingga keduanya telah tumbuh kesadaran. Sayang seribu sayang. Itu sulit terjadi saat kebanyakan pembina masih bergaya type A (termasuk saya).

 

Sadar dan bertobatlah! Kita sedang membuat segala sesuatunya "kelihatan" baik-baik saja. Padahal kita tidak berkembang. Belajarlah dari para pemain muda di negara sepakbola maju. Pembinanya tidak memanjakan pemainnya. Justru pembinannya menciptakan lingkungan, dimana pemain terekspose dengan kesalahan-kesalahan. Sebab makin banyak salah, makin banyak belajar. Tidak pernah salah berarti tidak pernah belajar! 

 

SEKIAN

 

Ganesha Putera
Founder KickOff! Indonesia 

 

*Per Senin, 3 Agustus 2020, KickOff! sajikan rubrik baru bertajuk "Founder's Diary". Namanya juga diary, maka ya harus terbit setiap hari. Ya, ini semacam rangsangan berkomitmen untuk menulis setiap hari. Sebuah kebiasaan baik di masa lampau yang kini mulai pudar.  Dukung usaha pelestarian kebiasaan baik ini dengan membacanya setiap hari! Selamat menikmati! 

 


 

Please reload