K! EVENT
Recent Posts

[Founder's Diary] Menstrukturkan Sepakbola secara Universal (Bagian-3)


Di dua artikel sebelumnya, telah dijelaskan gamblang soal referensi bahasa sepakbola, serta struktur permainan sepakbola yang universal seperti dirumuskan Jan Tamboer dalam bukunya “Football Theory”. Tujuan permainan sepakbola adalah menang. Cara memenangkan permainan adalah mencetak gol lebih banyak dari pada kebobolan. Untuk mencetak gol, tim perlu menyerang. Sedang, untuk tidak kebobolan, tim perlu bertahan. Perpindahan kedua momen tersebut disebut transisi.

Momen penyerangan selalu dimulai dengan fase membangun serangan. Untuk bisa membangun serangan, tim perlu melakukan berbagai aksi sepakbola. Baik aksi menggunakan bola seperti dribble, passing, heading, control, dll. Juga aksi tanpa bola seperti menciptakan ruang, berlari ke ruang, support, dll. Setelah tim membangun, maka tim perlu menyelesaikannya. Untuk menyelesaikan serangan, terdapat aksi sepakbola seperti shooting dan heading.

Pada momen bertahan, dimulai dari fase ganggu lawan bangun serangan. Aksi sepakbola yang dilakukan pada fase ini misal: pressing, marking, covering, tackling, squeeze space, dll. Lalu pada fase cegah lawan selesaikan serangan, aksi sepakbola yang dilakukan diantaranya blocking, deflecting, catching-punching-tipping (kiper).

Klasifikasi membuat segalanya menjadi sederhana dan mudah. Ya passing dan dribbling misalnya. Kedua aksi sepakbola tersebut merupakan aksi yang terjadi pada momen menyerang fase build up. Sudah suratan takdir, bahwa passing dan dribbling tidak akan dilakukan pada momen bertahan. Sebaliknya aksi marking dan covering juga tidak akan dilakukan saat tim sedang menyerang. Setiap momen dan fase permainan sepakbola memiliki aksi sepakbolanya masing-masing.