K! EVENT

Developing Smart Players using Ekkono Method | Zoom, 09.09.2020

1/2
Please reload

Recent Posts
Please reload

[Founder's Diary] Mengintip Mona Nemmer: Si Cantik Penggugah Selera

August 21, 2020

 

"You are what you eat"

 

Melihat pentingnya pepatah di atas, apalagi untuk atlet, Jurngen Klopp melakukan rekruitmen terpenting di Musim 2018. Ia membajak Mona Nemmer, nutrisionis FC Bayern Munchen untuk menjadi Head of Nutrition Liverpool. Sejak itu, sentuhan tangan magis Mona langsung mempesona.

 

Magis mulai terjadi saat Pra musim 2018 di Palo Alto. Klopp terpukau. Biasa di pra musim melelahkan, pemain makan secepat kilat dan kembali ke kamar. Situasi berubah total, pemain jadi nyamannikmati buffet. Mereka meluangkan waktu lebih lama untuk makan sambil bercengkrama akrab. 

 

Terima kasih pada Mona Nemmer yang mempersiapkan segala sesuatunya dengan detail. Mona percaya pada filosofi mengolah makanan dari bahan segar lokal setempat. Ia melakukan riset teliti untuk memilih supplier bakery, sayuran dan daging kelas satu. Mona memastikan, "daging yang kita pilih berasal dari binatang yang memiliki hidup berkualitas," ujarnya. 

 

Bukan cuma bahan yang jadi concern Mona, ia juga sangat memperhatikan tata letak ruang makan, susunan buffet, dan juga sajian grafis informasinya. Stasiun salad, stasiun jus, dan stasiun protein disusun secara seksama memperhitungkan psikologis pemain. Di setiap makanan, terdapat sajian infografis edukatif tentang kandungan dan manfaat makanan.

 

Selain terobosan di ruang makan Melwood, Mona juga membuat terobosan di Ruang Ganti Stadion Anfield. Ia meminta klub membangun Stasiun Juice dan Dapur Mini di Ruang Ganti. Kini, pemain The Reds selalu menyantap Juice Apple berkafein dari stasiun jus saat half time. Setelah pertandingan selesai, snack Pasta Segar dengan varian saus organik telah siap disantap. 

 

 Menu Ikan Kukus di Melwood

 

Belajar Mendengar

Mona amat humble dan selalu mau mendengar.  Pertama, ia belajar dari Klopp soal Playing Style tim dan tugas pemain di tiap posisi. Dari situ Mona bisa mengidentifikasi cara kerja tiap posisi. "Kiper banyak gerak eksplosif berfrekuensi rendah. Gelandang sub-eksplosif berfrekuensi tinggi. Pola makannya akan berbeda," serunya. 

 

Setiap awal pekan, Mona adalah orang pertama yang menerima Periodisasi Mingguan Klopp. Berdasarkan itu, Mona mengidentifikasi hari latihan ringan, sedang dan berat. Juga menganalisa konsekuensi kontraksi otot yang ditimbulkan dari setiap latihan. Mona kemudian menyusun strategi nutrisi untuk pekan tersebut, sambil juga pertimbangkan perjalanan, partai tandang, dst.

 

Mona juga sangat respek pada data medis. Ia selalu menggunakan data body composition, fat percentage, muscle percentage, injury history, dstnya. Lagi-lagi keunikan setiap individu harus diperhatikan, sehingga dapat dirumuskan strategi nutrisi yang akurat dan efektif. 

 

Menyentuh Hati

Kepribadian hangat Mona membuat pemain nyaman. Biasanya Nutrisionis beroperasi bak "polisi"  pola makan. Mona percaya pada edukasi untuk bangun kesadaran. Pemain bebas memilih makanan. Tapi pesona Mona memenangkan hati pemain. Mona mampu membuat pola makan sehat jadi menyenangkan. "Dia tidak bicara sport science, dia menawarkan pengalaman makan menggembirakan," tutur Adam Lallana. 

 

Mona rajin meminta feedback pemain. Di awal musim, dia duduk dan mendengar kebiasaan pola makan pemain. Ia sangat menghargai kultur. Pemain Amerika Latin misal punya kebiasaan makan yang berbeda dengan pemain Eropa. Kebiasaan ini jadi referensi awalnya. Sebisa mungkin tidak diubah total, tapi dimodifikasi bahan dan cara prosesnya jadi lebih sehat.

 

Terobosan lain Mona adalah kelas memasak untuk para pemain. Mona sadar pemain mustahil habiskan seluruh waktunya di Melwood. Pemain punya kehidupan pribadinya di rumah. Untuk itu, penting pemain memiliki wawasan soal nutrisi, tapi juga mampu mempersiapkan makanan. Program unik ini diapresiasi. Sejak itu, pemain rajin saling mengundang makan ke rumah dengan menghidangkan masakan karya sendiri. 

 

 

 Virgil Van Dijk Mengikuti Kursus Masak

 

Liverpool FC besutan Klopp memang terkenal dengan "gegen pressing" yang garang. Alih-alih menyebutnya sebagai orkestra, Klopp lebih suka menjulukinya sebagai sepakbola "heavy metal". Siapa sangka di balik gaya cadas Liverpool, ada sentuhan lembut Mona Nemmer. Si cantik yang menggugah selera makan!

 

Mohon jangan ada yang komentar, "Itu kan Liverpool, kita kan Indonesia, Beda!" Untuk yang mau komentar begitu, saya cuma mau bilang: "Kita tidak akan jadi yang terbaik, jika tidak belajar dari yang terbaik." Rendahnya impianmu, serendah itulah prestasi sepakbola Indonesia sekarang! 

 

SEKIAN  

 

Ganesha Putera
Founder KickOff! Indonesia 

 

*Per Senin, 3 Agustus 2020, KickOff! sajikan rubrik baru bertajuk "Founder's Diary". Namanya juga diary, maka ya harus terbit setiap hari. Ya, ini semacam rangsangan berkomitmen untuk menulis setiap hari. Sebuah kebiasaan baik di masa lampau yang kini mulai pudar.  Dukung usaha pelestarian kebiasaan baik ini dengan membacanya setiap hari! Selamat menikmati! 

 


 

Please reload